8 Sep 2010 | Email TemanCetak Halaman

Hasil Capaian

Kemajuan yang telah dicapai melalui fase pengorganisasian:

Tahun 2003 - sekarang

  • Sosialisasi konsep PKN ke beberapa daerah yaitu di Surabaya, Denpasar, Makassar, Jambi, dan Lampung sebagai langkah awal persiapan regional workshop National Forest Programme.

Kemajuan yang telah dicapai melalui fase perencanaan strategis adalah melakukan identifikasi 16 isu kunci oleh Tim Kelompok Kerja National Forest Program sebagai bahan masukan untuk perumusan National Forestry Statement sebagai berikut:

  1. Inventarisasi SDH dan Tata Guna Lahan
  2. Pengelolaan Hutan Produksi
  3. Industri Hasil Hutan dan Perdagangan
  4. Pengembangan Perhutanan Sosial
  5. Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Kehutanan
  6. Penanggulangan Deforestasi dan Degradasi Lahan
  7. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai
  8. Keanekaragaman Hayati, Konservasi dan Ekoturisme
  9. Tenurial
  10. Penanganan Masalah illegal logging
  11. Penanggulangan Kebakaran Hutan
  12. Peningkatan Kemampuan dan Penguatan Kelembagaan
  13. Desentralisasi Pengelolaan Sumber Daya Hutan
  14. Pendanaan Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
  15. Pengembangan Pengetahuan Tradisional Kehutanan
  16. Kewajiban di Lingkungan Global

Tahun 2002

  1. Pelaksanaan Training Workshop on Change Management untuk Tim Pokja NFP dan staf terkait lingkup Dephut pada periode Juli–Agustus 2002 untuk meningkatkan kapasitas Tim Pokja dalam manajemen publik.
  2. Pendistribusian draft Tekad Rimbawan sebagai embrio National Forest Statement (NFS) dalam momen Rakernas Kehutanan bulan Juni 2002 di Jakarta untuk mendapatkan tanggapan dan saran.

Tahun 2001

  1. Pembentukan Tim kelompok Kerja Program Kehutanan Nasional Departemen Kehutanan melalui SK Menhut No.256/Kpts-VII/2001 tanggal 23 Juli 2001.
  2. Pelaksanaan Dialog dengan stakeholders (Pemda, UPT Dephut, Bappedalda dan Bappeda, LSM, Akademisi, Swasta dan Kelompok Masyarakat) pada bulan Juli 2001 di Provinsi Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Gorontalo, Jawa Timur, Papua dan NTB. Dan secara bersamaan juga dilakukan sosialisasi dan penyebaran informasi tentang konsep, prinsip dan informasi lain yang berkaitan dengan proses NFP.
  3. Pelaksanaan lokakarya regional dalam rangka konsultasi publik di tiga propinsi yaitu di Kalimantan Timur (Balikpapan), Sumatera Selatan (Palembang) dan di Nusa Tenggara Timur (Kupang) pada tahun 2001.
  4. Pelaksanaan lokakarya tentang perubahan iklim sebagai bagian dari Komitmen Internasional dalam kerangka UNFCCC pada tahun 2001.
  5. Pelatihan untuk Pokja PKN dalam rangka menggali bahan dan isu untuk penyusunan National Forest Statement (NFS) pada tahun 2001.

Tahun 2000

  1. Pembentukan Gugus Proses dan Gugus Skenario yang dikerjakan oleh gugus tugas (CGIF) dan mengembangkan CGIF sebagai forum konsultasi
  2. Menindaklanjuti sidang CGI IX [http://www.dephut.go.id/INFORMASI/INTAG/Komitmen_cgi.htm], pada tanggal 1-2 Pebruari 2000, dengan membentuk Komite antar Departemen Bidang Kehutanan (IDCF) melalui Keppres Nomor 80 Tahun 2000 tentang Komite Antar Departemen Bidang Kehutanan.