8 Sep 2010 | Email TemanCetak Halaman

Prinsip-Prinsip PKN

Perumusan dan pelaksanaan Program Kehutanan Nasional  di Indonesia mengikuti prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Kedaulatan nasional (national sovereignty); Program Kehutanan Nasional merupakan inisiatif atau prakarsa Indonesia sebagai negara yang berdaulat, karena pelaksanaan dan tanggungjawab atas kelestarian dan pembangunan hutan Indonesia ada pada selruh komponen bangsa Indonesia.
  2. Konsistensi dengan perundangan dan hukum nasional (consistent with the constitutional and legal framework of each country); Program Kehutanan Nasional merupakan implementasi dari kebijakan Pemerintah yang sejalan dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
  3. Konsisten dengan komitmen internasional (consistent with international agreements); Program Kehutanan Nasional juga harus sejalan dengan Biodiversity Action Plan dan komitmen-komitmen internasional lainnya seperti Convention on Biodiversity (CBD), Convention to Combat Desertification (CCD) dan Convention on Climate Change (CCC) dan lain-lain.
  4. Kemitraan & partisipasi multi pihak (partnership and participation of all entities); Proses-proses dalam Program Kehutanan Nasional harus melibatkan seluruh pihak yang berkepentingan (stakeholders) sehingga dapat menumbuhkan kepedulian dan komitmen selurh pihak untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam pelestarian dan pembangunan smberdaya hutan Indonesia.
  5. Pendekatan holistik dan lintas sektoral (holistic and inter-sectoral approach); Program Kehutanan Nasional harus memperhatikan hutan sebagai suatu ekosistem yang kompleks yang terdiri atas bermacam-macam elemen yang saling terkait, dalam suatu keseimbangan dinamik.
  6. Merupakan proses perencanaan, implementasi & pemantauan jangka panjang & iteratif (long-term & iterative process of planning, implementation & monitoring); Program Kehutanan Nasional merupakan suatu siklus yang terdiri atas kegiatan perencanaan, pelaksanaan serta pemantauan dan evaluasi dalam suatu proses interaktif, di mana berbagai perubahan dapat selalu terjadi pada saat implementasi, karena adanya perkembangan pengetahuan dan tehnologi.